About me

Foto saya
I am a dreamer.. I Keep dreaming to keep my soul live..
Feeds RSS
Feeds RSS

Jumat, 24 September 2010

Hanya Sebuah Cerita



Ini hanya sepenggal cerita. Cerita yang bagi kebanyakan orang mungkin hanya sekedar cerita tak berarti. Ingin kuberi judul KOLAM KENANGAN untuk ceritaku ini. Jangan bertanya mengapa aku memberi judul itu, karena aku pun tidak tahu. Mungkin karena perasaanku kepada orang yang kucintai harus kuakhiri di kolam itu. Mungkin.


Kutatap awan yang sedang bergumul dilangit. Ya, hari itu, sama seperti hari-hari biasanya, sangat cerah, secerah hatiku.


Aku duduk di kursi hijau di tepi kolam, menunggu kedatangan seseorang sambil menikmati indahnya tempat ini. Kolam bening dengan pohon-pohon pinus yang indah, ditemani oleh bunga-bunga yang tumbuh rapi dan menari-nari diatas tangkainya. Angin yang sepoi-sepoi menyentuh wajahku dengan lembut, sama seperti kelembutan tangannya setiap kali menyentuh wajahku.


Seperti janji kami, hari itu kami bertemu disini, tempat favorit kami berdua. Hari itu adalah hari yang istimewa bagiku sebelum aku mengetahui sebuah kenyataan pahit. Jadi aku sengaja datang lebih awal supaya dia tidak perlu menungguku. Hari itu, di tempat ini, aku akan memberanikan diriku untuk mengungkapan perasaan yang selama ini kupendam kepadanya. Perasaanku bercampur aduk antara tegang dan bahagia.


Ditengah-tengah lamunanku, aku melihat sosoknya yang berjalan ke arahku. Saat itu juga, aku merasakan jantungku berdetak dengan sangat kencang, dan tubuhku menegang. Dia, sahabatku, tapi juga pria yang kucintai. Pertanyaan-pertanyaan tentang akankan dia menerima perasaanku bermunculan di kepalaku saat itu.


“Kamu cantik hari ini.” Kata pertama yang dia ucapkan saat tiba, kata-kata yang selalu membuat wajahku memanas dan tersipu malu. Entah sudah berapa sering dia mengucapkan kata itu. Kata-kata manis dan perhatian yang selalu meluncur dari mulutnya telah membuatku jatuh hati padanya. Perhatian yang tidak pernah kudapatkan dari orang lain.


Berdua kami duduk di kursi hijau di tepi kolam, sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Saat itu, aku telah mengumpulkan keberanianku untuk mengungkapkan perasaanku. Aku tidak pernah mempersiapkan diriku untuk menerima penolakan darinya karena ku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama.


Tapi, tepat pada saat kata-kata itu sudah berada di ujung mulut, tiba-tiba dia berkata, “Aku sangat merindukannya. Seseorang yang telah membuatku jatuh hati. Entah bagaimana kabarnya sekarang.” Sesaat dunia terasa berputar-putar. Kepalaku pusing, dan aku tidak mampu berkata-kata. Aku hanya menatapnya dengan tatapan tidak percaya.


Dia jatuh hati kepada orang lain, dia bahkan sedang merindukannya sekarang. Aku tidak mampu berfikir. Aku merasa otakku membeku. Harapanku terkubur sebelum sempat kuutarakan. Tidakkah dirinya tahu betapa hancurnya hatiku saat mendengar kata-kata itu? Ya, dia tidak akan pernah tahu karena ternyata dia tidak pernah merasakan hal yang sama terhadapku. Ternyata selama ini aku salah. Berat bagiku untuk menerima kenyataan ini.


Sudah sebulan sejak kejadian itu. Aku berusaha menghindar darinya. Aku takut perasaanku akan tumpah saat melihat dan mendengar suaranya. Tapi aku merindukannya. Sangat. Aku membutuhkannya. Untuk mengobati rasa rinduku, aku mengunjungi kolam tempat terakhir kali kami bertemu.


Aku duduk di kursi yang sama, menatap langit. Hari ini, sama cerahnya dengan hari itu. Yang berbeda adalah perasaanku. Pikiranku kosong. Yang kuingat hanyalah kenangan bersamanya. Suara dentingan piano yang akrab terngiang ditelingaku. Aku duduk disampingnya, menikmati permainan pianonya dan suaranya yang indah. Suara kicau burung yang menemani jalan-jalan sore kami, dan hal-hal lain yang sering kami lakukan berdua.


Tapi sekarang, tidak ada lagi yang akan menemaniku saat aku bersedih dan menangis, tidak ada lagi yang akan memarahiku karena lupa makan, tidak ada lagi yang akan bernyanyi dan memainkan lagu-lagu kesukaanku. Dia yang selama ini selalu ada untukku, kini telah merindukan orang lain. Aku mungkin telah terlupakan olehnya. Sakit bagiku untuk menerima kenyataan ini.


Perlahan aku melangkahkan kakiku ke depan kolam, ingin melihat kolam dari dekat, ingin merasakan dinginnya air kolam, ingin menenggelamkan perasaan tidak berdaya ini. Lalu tiba-tiba sebuah tangan meraih tanganku dan berkata, “Apa yang kau lakukan?! Inikah yang kau lakukan saat aku tidak ada?” Aku berbalik dan melihat wajahnya yang masih kebingungan. Dia, orang yang selama ini aku rindukan, orang yang tidak ingin kuhadapi, berdiri di depanku dan menggenggam erat tanganku. “Jangan melakukan hal bodoh. Aku akan sangat sedih jika orang yang kusayang menyakiti dirinya sendiri.”, lanjutnya. Kata-kata seperti itulah yang membuatku salah paham selama ini. Kata-kata yang selalu membuatku berfikir bahwa dia juga mencintaiku.


Kemudian dia memelukku dengan erat. “Jangan bersedih. Ceritakan padaku. Aku pasti akan membantumu.” Tidak. Kali ini dia tidak akan bisa membantuku seperti biasanya karena aku terluka karena dia. Aku terluka karena perasaan yang kumiliki untuknya.


Aku menangis sekuat tenaga. Bahkan tangisanku lebih terdengar seperti raungan. Tapi aku tidak peduli. Dia pun tetap memelukku, bahkan lebih erat. Kali ini, aku biarkan diriku terhanyut dalam dekapannya. Hanya dalam pelukannyalah aku bisa menangis selama ini. Walaupun hanya pelukan sebagai seorang sahabat. Hal yang tidak dapat kuubah sekuat apapun aku berusaha.


Mungkin ini sudah cukup bagiku. Mungkin waktu bisa merubah perasaanku kepadanya atau perasaannya padaku. Juga kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi. Apapun itu, yang penting sekarang aku tenang dan bahagia dalam pelukannya, walaupun aku hanyalah seorang sahabat baginya.

Kamis, 23 September 2010

I HAVE TO


All this time, I think I am great
I think I am strong

I am proud of my self

I am too arrogant


All this time, I draw my self from a reality
A reality that this world is wide
That this world is full of great people

I draw my self too long

Now, when I open my eyes I aware that I am not great and strong
I just like sand between strong stones
I am too weak to be compared with them


Reality is reality
Life must go on
I can't just stay here, watching them getting strong
I can't just stay here, crying

I have to be strong although I am weak
All I have to do is fighting
Reach the best part in my life.
I have to be strong, be the better one.
That all I have to do..

Rabu, 22 September 2010

Curahan Hatiku


Aku bosan dan lelah.
Hari-hariku dengan bekerja dan bekerja.
Hari ini, lagi-lagi kupulang rumah dengan perasaan lelah dan hampa.
Aku tidak ingin lagi melakukan apa-apa selain membaringkan tubuhku ke tempat tidur.
Aku menjalani hari-hari seperti ini sejak sekian lama.

Sebelum ku memejamkan mata, aku berfikir sejenak.
Apa yang telah kudapatkan dari selama ini?
Gaji yang pas-pasan, hidup yang membosankan.
Selain itu, yang kudapatkan hanyalah kenyataan bahwa aku tidak lagi memiliki waktu untuk diriku sendiri.

Aku tidak memiliki waktu untuk memikirkan masa depanku, tidak memiliki waktu untuk melakukan hal yang sangat ingin kulakukan.

Semua ini karena tuntutan hidup yang mengharuskanku bekerja dan hanya bekerja.

Aku tidak bisa melakukan hal yang ingin kulakukan.

Apa kalian juga hidup seperti itu?
Apa kalian bahagia?
Jujur saja, aku tidak bahagia.

Jika kalian bahagia dengan kehidupan yang seperti itu, beritahu aku bagaimana caranya untuk bahagia dengan hidup yang seperti itu.

Sering aku bertanya,
Apa hidup jika hanya seperti ini?

Jika memang hanya seperti itu, apa hikmah dengan hidup seperti ini?

Aku mengatakan diriku tidak bahagia.

Tapi banyak yang berkata aku tidak bersyukur dengan karunia dalam hidup.

Tapi hanya dengan bersyukur tidaklah cukup bagiku.

Aku tidak bisa membohongi diriku sendiri.
Aku memang tidak bahagia dengan apa yang kumiliki.

Aku sudah melepaskan impian masa mudaku.
Aku sudah merelakannya.
Semua sudah kusimpan rapi dalam hatiku.

Tidak pernah lagi kuungkapkan impian dalam hidupku setelah kalian mengatakan bahwa aku hanyalah seorang pemimpi.

Sekarang yang kuinginkan hanyalah kebebasan.
Aku ingin berlari, membebaskan diri dari belenggu dan rantai yang menahan kebahagiaanku.
Aku ingin seperti mereka yang bebas.
Bahagia menikmati indahnya hidup & dunia.
Yang aku inginkan sekarang tidaklah sebanyak dulu lagi.
Aku hanya ingin bahagia.

Jadi, biarkan aku hidup dengan caraku sendiri.

Biarkanlah aku bahagia.

Minggu, 19 September 2010

Jatuh Cinta



Beberapa waktu ini, hari-hariku terisi dengan indah dan bermakna.

Seseorang yang asing, tapi sangat kurindukan hadir dalam hidupku.

Aku tidak tahu bagaimana menggambarkan perasaan aneh yang menyelimutiku ini.

Saat-saat bersamanya membuatku bahagia.

Senyumnya telah membuatku terbuai.

Tatapan matanya telah menyihirku.

Segala yang dia ucapkan dan bicarakan padaku bagai nyanyian merdu yang menggema di telingaku.

Segala hal kecil yang dia lakukan selalu menarik perhatianku.


Aku tidak menyadari betapa aku sangat terpesona olehnya sejak kejadian itu.

Secara tiba-tiba dia menggenggam tanganku, menarikku ke arah tubuhnya yang gagah, dan memelukku.

Sejenak, jantungku berhenti berdetak untuk sesaat dan kemudian kurasakan jantungku berdetak kencang.

Aku jatuh dalam pelukannya. Aku bisa merasakan hangat tubuhnya, genggaman tangannya yang kuat dan detak jantungnya yang juga sangat cepat.

Bisa kurasakan wajahku memanas saat itu juga.

Aku tidak pernah merasakan pelukan yang begitu dalam seperti ini sebelumnya.

Pelukan yang penuh dengan arti bagiku.


Tidak perlu banyak bicara untuk mengungkapkan perasaan kami berdua.

Kami sudah tahu tanpa harus perlu kami ungkapkan.

Aku sungguh berharap waktu berhenti untuk saat itu juga.

Aku memiliki dirinya, kekuatan yang entah dari mana datangnya.

Saat itu juga aku tahu, aku mencintainya.

Iya, cinta.

Yang kurasakan padanya adalah cinta.

Cinta yang entah berasal dari mana, perasaan asing yang sedang berada dalam diriku mengalir begitu deras dan aku tidak bisa menahannya.

Aku bahagia dengan perasaan ini.


Inilah pertama kalinya aku merasakan cinta.

Cinta yang entah dari mana datangnya.

Cinta yang telah menguatkanku.

Hanya dengan melihat senyumannya, aku bahagia, dan hanya dengan genggaman tangannya, aku bisa tahu bahwa aku mampu menghadapi segala hal yang terburuk sekalipun asalkan dia bersamaku.

Aku sadar aku tidak bisa lagi kehilangan dirinya.

Dia adalah hatiku yang hilang, orang yang selama ini kucari.

Kini,

Aku tidak ragu lagi untuk mengakui pada dunia,

Aku sedang jatuh cinta.

^^

Selasa, 14 September 2010

Puncak Dunia

Berdiri di sebuah panggung megah,
disirami dengan lampu-lampu sorot yang terang,
dihujani jutaan tepuk tangan.
dikelilingi berbagai pujian.

Keharuan menyelimuti diriku seketika.
Kebahagiaan yang kurasakan tiada tara.
Semua ini adalah harga yang pantas bagiku.

Untuk berdiri disini,
telah kukorbankan masa mudaku,
telah kukeluarkan segenap jiwa dan semangatku.
Aku pun tidak tahu sudah berapa banyak air mata dan keringat yang telah kukeluarkan untuk ini.

Begitu banyak kesulitan dan rintangan yang kuhadapi,
jutaan kali aku ingin mundur dan menyerah,
Tetapi tidak kulakukan.
Aku selalu meyakinkan diri,
Semua yang kulakukan tidaklah sia-sia.

Orang-orang yang meragukan dan merendahkanku dulu, kini berbalik memujaku.
Bergantian mereka menghunajiku dengan pujian.

Kini,
aku berbanga karena telah berdiri di panggung ini.
Tempat yang merupakan puncak dunia bagiku.
Telah kutunjukkan pada dunia bahwa aku bisa.
Telah kuperlihatkan pada mereka bahwa aku tidaklah salah.

Panggung ini, puncak dunia bagiku.
Berdiri disini, merupakan penghargaan tiada tara bagiku.
Tidak akan kulupakan saat ini.

Pengorbanan dan usahaku telah membuahkan hasil.
Karena ku selalu percaya,
tidak ada pengorbanan yang sia-sia,
dan keyakinanku tidaklah salah.

Rabu, 08 September 2010

Maaf

Tidak pernah ku bermaksud membuatmu bersedih.
Tidak pernah ku bermaksud membuatmu kecewa.
Semua terjadi begitu cepat.

Begitu banyak hal yang mengganggu pikiranku.
Aku berusaha untuk menahan emosiku.
Aku berusaha menyembunyikan segala kerisauanku kepada semua orang.
Semua itu sudah cukup menyiksaku.

Aku pun tahu dirimu banyak masalah.
Aku pun tahu engkau sedang bersedih karenanya.

Saat itu, karena masing-masing dari kita sedang dalam amarah.
Sehingga tidak sengaja saat kau mengucapkan kata yang membuatku tidak senang,
dalam sekejap aku marah.
Kau yang tidak terima dengan kemarahanku juga berbalik memarahiku.

Pada akhirnya, kita saling bermusuhan.
Tidak bicara satu sama lain.
Tidak melihat satu sama lain.
Hatiku sakit.
Aku tahu hatimu pun sakit karenanya.

Sekarang aku sadar,
Yang kurang diantara kita bukanlah rasa sayang, melainkan rasa pengertian.
Aku yang merasa benar dan kamu yang juga selalu merasa benar.
Tidak ada yang mau mengalah diantara kita.

Kini aku menyesal.
Menyesal mengapa aku tidak bisa menahan emosi dan amarahku saat itu.
Menyesal karena tidak memahami perasaanmu saat itu.

Maaf,
Hanya sebuah kata.
Namun sulit terucap dari mulutku.

Aku orang yang tidak pandai mengutarakan perasaan.
Juga tidak pandai berkata-kata manis.
Lewat tulisan inilah aku ungkapkan rasa bersalah ku padamu.
Maafkan aku..

Rabu, 01 September 2010

Rahasia Terindah


Cinta,

Hidupku kuhabiskan untuk mencari apa artinya cinta.

Aku berpetualang hanya untuk mencari arti cinta.

Untuk mencari kebahagiaan dari cinta.


Sekian lama aku mencari, tak kunjung kutemukan cintaku.

Apakah aku terlalu bodoh sehingga aku tidak bisa menemukan cinta?

Atau cinta sejati hanyalah sekedar dongeng semata?

Jika cinta hanya sekedar dongeng, mengapa orang lain dapat dengan mudah menemukan cinta?


Tak kunjung putus asa, aku mencari dan mencari.

Sampai pada akhirnya aku mengenalmu.

Perlahan tapi pasti,

Dirimu bagaikan candu,

Masuk ke dalam hatiku.

Seakan dunia ini kiamat tanpamu.

Pikiranku hanya dipenuhi oleh bayangan dirinya.

Inikah cinta?


Ya.

Inilah cinta.

Cinta yang selama ini kucari.

Ternyata begini rasanya mencintai seseorang.


Cerita cintaku tidaklah seindah dongeng.

Kisah cintaku tidak sebahagia yang kubayangkan.

Cintaku adalah perasaan bahagia yang menyakitkan.

Bahagia karena aku bisa mencintaimu.

Menyakitkan karena aku tidak boleh mengungkapkannya,

Namun lebih menyakitkan lagi karena cintamu bukan untukku.


Tidak seharusnya aku jatuh cinta padamu.

Tidak seharusnya kubiarkan kau masuk ke dalam hatiku.


Kini apa yang harus kulakukan?

Sudah kuserahkan hatiku sepenuhnya padamu.

Aku tidak bisa lagi pergi darimu,

Tapi aku juga tidak boleh mendekat kepadamu.


Tahukah kau bagaimana perasaanku ketika melihatmu bercumbu dengannya?

Hatiku hancur berkeping-keping.

Sakitnya tidak terbayangkan.


Kini aku tahu, aku tidak akan pernah mendapatkan tempat dihatimu.

Dirimu bukanlah untukkmu.

Aku tidak kuasa untuk melupakanmu, untuk mengusirmu dari hatiku.

Sehingga kuputuskan untuk pergi meninggalkan dirimu, cintaku.

Membiarkanmu berbahagia dengan cintamu.


Kutinggalkan cinta dan hatiku untukmu.

Hanya ada satu pesanku untukmu.

Berbahagialah seperti pangeran dan puteri di negeri dongeng.

Jangan pernah kau ingat diriku.

Jangan lagi kau sebut namaku.

Karena aku hanya ingin menjadi bagian dari masa lalu yang tak berarti untukmu.


Sekarang, aku berada di tempat yang jauh darimu.

Disebuah istana kecil di padang rumput yang indah,

memandangi langit biru yang tak berujung.

Seperti perasaanku yang tak berujung kepadamu.

Disini, semua perasaan cintaku padamu akan kusimpan sebagai kenangan yang paling berharga dalam hidupku.

Dirimu akan selalu menjadi rahasia terindah dalam hidupku, cinta.


http://ceritaeka.com/2010/08/20/kuis-agustus-di-ceritaeka/