About me

Foto saya
I am a dreamer.. I Keep dreaming to keep my soul live..
Feeds RSS
Feeds RSS

Jumat, 29 Oktober 2010

Akhir Penantian & Kepalsuan


Penantian, adakah yang bisa menggambarkan bagaimana rasanya?
Bagiku, penantian adalah sebuah rasa yang penuh dengan pengharapan, tetapi juga sebuah rasa yang rentan akan kekecewaan.
Penuh pengharapan karena menanti datangnya seseorang yang akan mendampingmu, juga rentan akan kekecewaan karena takut hal yang diharapkan tidak kunjung datang.
Dulu, aku adalah insan yang hidup dalam penantian, juga hidup dalam perlindungan banyak orang.
Tapi kini, aku tidak lagi menanti, juga tak lagi ingin dilindungi.
Karena penantian yang tak kunjung datang telah melukaiku, karena perlindungan palsu telah membuatku lemah dan manja.
Meskipun sangat ingin menggantungkan hidup dan harapanku, aku mencoba untuk tidak melakukannya.
Meskipun hatiku meronta karena lelah, aku tetap mencoba untuk  berjalan sendiri.
Karena aku tidak lagi ingin dipandang lemah, tidak ingin dipandang sebelah mata.

Selasa, 26 Oktober 2010

走音

歌手:黄靖伦

虽然没车能接送你
海角天边都陪你去
送了一个小惊喜忙几星期
你眼中有小星星

你不开心就抱紧你
你有话说我就安静
为你改好了个性磨平脾气
才晓得默契会飘移

你的爱情在走音变成另一个旋律

我还在执迷拼了命去合音

你像下雪的表情是会过完的冬季

我把心划成火柴却看见漆黑的梦境



听见爱情在走音痛是太长的抖音

我不爱煽情但双唇抖个不停

本来幸福的主题怎黱唱成了悲剧

选错歌唱再用心也无力

对街狂奔大喊爱你
拥挤捷吡飨聍i滴
这个疯狂的自己来自哪里
我已经不懂我自己

你的爱情在走音变成另一个旋律

我还在执迷拼了命去合音

你像下雪的表情是会过完的冬季

我把心划成火柴却看见漆黑的梦境


听见爱情在走音痛是太长的抖音

我不爱煽情但双唇抖个不停

本来幸福的主题怎黱唱成了悲剧

选错歌唱再用心也无力

Senin, 25 Oktober 2010

缺席

歌手:黄靖伦

爱只剩下躯壳
为什么还不放手却拉扯
是我不甘心还是不舍
为何我还在固执的拔河

其实我真的很难过
只是难过都沦为沉默
可能我真的不懂得让你更快乐

我想和你在一起
却在你未来缺席
给你的爱那些美丽
已长成藤蔓缠着我的生命

在你的未来缺席
像是一出剧本未完待续
预留伏笔把未完成从容继续
如果还有如果就算瞬间老去毫不犹豫
爱是不是都一样
无论多漫长终究曲终人散
可是我不想因为不敢却步沮丧
然后半途收场
其实我真的很难过
只是难过都沦为沉默
可能我真的不懂得让你更快乐

我想和你在一起却在你未来缺席
给你的爱那些美丽
已长成藤蔓缠着我的生命

在你的未来缺席
像是一出剧本未完待续
预留伏笔把未完成从容继续
如果还有如果拥抱你不犹豫
能不能将你的样子忘掉
舍不舍得爱让我控制不了
只想要把你拥抱
其实爱上一个人没有解药
我的静脉流着爱陪你到老
原来我还会微笑
我真的想和你在一起却在你未来缺席
在你的未来缺席
像是一出剧本未完待续
预留伏笔把未完成从容继续
如果还有如果就算瞬间老去毫不犹豫

Selasa, 19 Oktober 2010

Rasa & Diamku

Aku duduk terdiam di bangku kelas yang telah tersusun rapi ditemani terangnya lampu-lampu neon.
Aku menunggu kedatangan teman-temanku, juga menunggu kedatangan dosenku.
Anganku asik berkelana ke dunia lain saat itu.
Namun, saat anganku sedang asik dengan penjelajahannya ke dunia lain, sesosok laki-laki muncul dihadapanku.
Tubuhnya yang tinggi dan tegak berlalu dihadapanku.
Kehadirannya telah melemparkan anganku kembali kedalam dunia nyata.

Tanpa kusadari, bibirku membentuk sebuah senyuman.
Hanya dengan melihatnya, bisikan kata-kata cinta mengalir dengan indah di dalam hatiku.
Hanya dengan melihatnya, alunan melodi cinta terlantun dengan merdunya di dalam hatiku.
Peri-peri cinta pun menari dengan bahagia di dalam hatiku.

Tatapan matanya yang dalam dan hangat telah menyihirku.
Senyumnya yang ramah telah merasuki jiwaku.
Wajahnya yang tampan telah terukir dalam hatiku.
Suaranya yang merdu juga telah menyadarkanku akan sesuatu.
Aku memendam sebuah rasa untuknya.
Rasa yang hanya bisa kusimpan dalam hatiku.

Aku tidak pernah memiliki keberanian untuk mengungkapkan rasaku.
Karena kutahu matanya yang indah itu tidak pernah memandangku.
Hatinya yang tidak pernah kupahami tidak memiliki tempat untukku.

Walau hanya bisa kusimpan rasaku dalam diam, tapi aku bahagia.
Berkat dialah aku tahu bagaimana sakitnya memendam sebuah rasa.
Juga berkat dirinyalah aku tahu bagaimana bahagianya menyukai bahkan mencintai.

Dengan tulisan ini, aku ingin dia tahu sesuatu.
Bahwa hanya dengan menatapku, dia akan tahu, seberapa besar rasa cinta yang kusimpan untuknya, dalam hatiku, dalam diamku.

Senin, 18 Oktober 2010

SEMPURNA


Hidup, Bagiku, hidup adalah sebuah proses perjuangan untuk mendapatkan cinta dan mimpi.
Bagiku, dengan memiliki cinta, hidup adalah bahagia.
Dengan memiliki mimpi, hidup adalah harapan.
Jika memiliki keduanya, hidup adalah sempurna.

Tapi, tidak ada hidup yang sempurna.
Ketika cinta datang menghampiri, mungkin kita harus rela melepaskan mimpi.
Ketika mimpi sudah di depan mata, mungkin kita harus rela melepaskan cinta.

Selama ini, aku berlari mengejar impian yang merupakan pelangiku,
Aku mencari keberadaan cinta yang merupakan matahariku.
Langkahku tidak pernah terhenti untuk berlari dan mencari keberadaan mereka.
Namun setelah berlari cukup jauh, barulah aku sadari, ada hal tertentu yang tidak dapat kugapai sekuat apapun aku berusaha.

Perlahan, pelangi mimpiku pudar dari penglihatanku.
Hanya goresan tinta hitam diatas kertas yang menjadi pelarian atas mimpi-mimpi yang perlahan memudar.
Hanya gorestan tinta hitam diatas kanvas yang menjadi gambaran akan mimpi-mimpi yang pernah tertanam dalam benakku.

Kini, setelah pelangi mimpi tak lagi kumiliki, aku memilih untuk tidak lagi berlari.
Aku tak lagi mencari keberadaan cinta karena dia datang sendiri menghampiriku saat aku kehilangan mimpiku.
Dia bagaikan matahari, memberikan pelukan hangat saat air mata membasahi pipiku, menuntunku untuk berdiri dan menemaniku berlari mengejar kembali pelangiku.

Aku, telah merasa sempurna saat bersamanya.
Merasa bahagia saat menatap kedua matanya yang indah, merasa nyaman saat berada dalam pelukannya, juga merasa kuat saat bersamanya.
Aku merasa sempurna dengan memiliki cintanya.
Kini, bersama dialah aku mampu merangkai indahnya kata-kata kehidupan,
menyusun kembali mimpi-mimpi dan harapan yang sempat hilang,
juga mengukir indahnya warna-warni cinta dengan goresan tinta kehidupan yang mengalir dalam diri kami.
Hidupku telah sempurna dengan kehadirannya.
:)

Kamis, 14 Oktober 2010

DUNIA MIMPI


Saat ini, aku berdiri di sebuah tempat yang sangat indah.
Hanya dengan berdiri disini, aku bisa merasakan sebuah ketenangan.

Tempat ini, kutemukan dalam hatiku.

Tempat yang kuberi nama Dunia Mimpi.


Dunia mimpi,
Disanalah tempatku beristirahat.

Disanalah tempatku melarikan diri dari hiruk pikuk dunia nyata.

Dalam dunia mimpiku, tidak ada istana megah dengan para pelayan dan pengawal.

Disana, hanya ada sebuah pondok sederhana yang dikelilingi padang rumput dan bunga.

Segala yang ada di dalamnya sangat indah.

Kehidupan sederhana yang dikelilingi rumput hijau dan warna-warni bunga serta diiringi angin sepoi-sepoi dan alunan musik nan merdu.

Disanalah aku melukiskan indahnya hidup dalam kanvas kehidupan yang kelam.

Disanalah aku menceritakan bahagianya hidup dalam lembaran-lembaran kertas kehidupan yang telah usang.
Disanalah aku membangun kebahagiaan dengan fondasi berupa harapan-harapan yang pernah hancur.

Disana jugalah aku merajut impianku akan cinta dengan untaian benang kasih sayang yang sudah kusut.

Dunia mimpi, adalah tempatku menyusun dan membangun segala harapan dan impian yang pernah runtuh, tempatku mengembalikan kekuatanku untuk menghadapi dunia nyata.


Hanya dalam dunia mimpi, aku bisa mendapati diriku tersenyum tulus dan bahagia.
Disana, aku tidak perlu berpura-pura tegar.
Disanalah tempatku bernaung disaat bintang kehidupanku meredup, juga tempatku mengadu disaat semua orang menolakku.
Dalam dunia mimpiku, segala yang terasa tidak mungkin di dunia nyata bisa terjadi.


By :
Shiny Zhen ^^

Rabu, 06 Oktober 2010

TANGISKU

Dalam gelap dan dinginnya malam, aku menangis.

Tangisku, memang tidak menyelesaikan apapun.

Tetapi, biarlah aku lepaskan semua beban yang ada di pundakku untuk sejenak.


Dalam hati kubertanya,

Bagaimana harus kujalani hariku esok.

Bagaimana harus kutiti masa depan dan mimpi yang selama ini menemani hariku.

Aku meringkuk dalam malam, mencari jawaban atas segala yang terjadi.


Kegagalanku, ternyata juga akhir dari mimpi indahku tentang kehidupan.

Saat ini, tiada teman, tiada sahabat.

Mereka yang dulunya mengaku teman dan sahabat kini menjauh.

Barulah kusadar selama ini aku dikelilingi kepalsuan.


Ingin kutanyakan kepada mereka,

Bagaimana perasaan mereka jika berada dalam posisi yang sama denganku.

Apakah kegagalan adalah sebuah dosa?

Apakah kegagalan adalah penyakit menular?

Tak banyak inginku, tak banyak harapku.

Hanya ingin kalian menemaniku.

Hanya ingin kalian memahami dan mendengar keluh kesahku.

Tapi kalian tidak pernah ada untukku.

Sejuta alasan yang kalian ciptakan untuk menghindariku.


Tangisku malam ini, tiada guna.

Tapi biarkanlah aku menangis.

Karena jika matahari mulai bersinar terang, aku tidak lagi boleh meneteskan air mata.

Jadi, biarlah tangisku malam ini tersimpan sebagai kenangan atas kegagalanku dalam merangkai indahnya hidup.

Minggu, 03 Oktober 2010

Doa untuk Temanku


Sewaktu kuliah dulu, aku merasa itu adalah saat yang sangat menyenangkan.

Kuliah dan belajar bersama, berkumpul bersama, dan gila-gilaan bersama.

Aku merindukan saat-saat itu.


Setelah lulus, sedikit waktu yang kita miliki untuk berkumpul.

Kita sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Walaupun begitu, komunikasi antara kita tetap terjalin.

Kita tidak melupakan satu sama lain.


Setelah dua tahun kelulusan kita, tidak pernah kusangka kemarin akan menjadi acara perpisahan kita.

Kupikir hanyalah acara kumpul-kumpul seperti yang biasa kita lakukan.

Setelah sekian lama tidak bersua, tiba-tiba ada ajakan untuk berkumpul bersama.

Tentu saja itu adalah moment yang menyenangkan.

Tapi ternyata ada maksud dibalik acara tersebut.

Hal yang tidak pernah aku duga sebelumnya.

Kalian akan pergi, meninggalkan kota ini.


Aku, tidak mampu berkata apa-apa.

Kabar kepergian kalian terlalu tiba-tiba.

Tapi ini adalah jalan yang kalian pilih.

Kalian telah memilih untuk menapaki hidup dan masa depan kalian di tempat baru.


Pelukan perpisahan kita, kuharap itu bukanlah pelukan perpisahan.

Aku yakin suatu saat kita pasti akan berkumpul dan bercanda seperti dulu.

Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk kalian, hanya doa dalam hati supaya kalian selalu dalam lindungan Tuhan.

Temanku, jaga diri kalian baik-baik.

Jangan lupakan kami yang berada disini.

Capailah apa yang telah kalian rencanakan.

Good luck, my friends ^^