About me

Foto saya
I am a dreamer.. I Keep dreaming to keep my soul live..
Feeds RSS
Feeds RSS

Kamis, 16 Februari 2012

Kau dan Aku

Malam ini, ditemani cahaya lampu yang temaram, hanya ada kau dan aku.
Ditemani bintang-bintang dan jejak air hujan yang masih tersisa, kita duduk berdua.
Tak bisa kutahan senyuman setiap kali melihat dan memikirkanmu.
Tatapan matamu telah menghidupkan kembali api cinta yang pernah padam dihatiku.
Aku bahkan masih tak bisa percaya, bagaimana bisa perkenalan singkat itu membuka kembali pintu hatiku.
Sejak saat itu, yang kuinginkan hanya dirimu, bersamamu, dan selalu bersamamu.
Berbagi cinta dan cita, memahami arti kata cinta, mengukir kenangan indah, juga saling berdampingan selamanya.
Biarlah hari-hari kebersamaan kita tercipta untuk menggambarkan indahnya cinta kita, selamanya.

Rabu, 15 Februari 2012

Karunia

Sayang, lihatlah bintang dilangit.
Kedipan cahayanya adalah ungkapan selamat untukku.
Rasinya adalah doa untukku.
Aroma tanah tempat kita berada sekarang adalah kehidupan.
Kehadiranmu disampingku adalah karunia.
Betapa baiknya Tuhan telah memberiku dirimu sebagai pendamping jiwa, penjaga, juga pelindungku.
Sayang, pantaskah aku mendapatkan ini?
Tidakkah kau merasa Tuhan terlalu bermurah hati kepadaku yang penuh dosa ini?

Minggu, 05 Februari 2012

Tidak Tanpamu

Kumohon,
Jangan meninggalkanku
Jangan meninggalkanku seorang diri
Jangan izinkan aku menghadapi senang dan sedih seorang diri

Menanggil,
Berharap kau akan berpaling kepadaku
Berharap kau kembali memanggil mesra namaku
Berharap hati dan jiwamu masih milikku

Dengan tangis aku memohonmu untuk kembali
Dengan jeritan aku berharap bisa memanggilmu kembali
Tapi kau tidak ingin kembali
Karena cintamu telah teralih kepadanya

Kau yang menjadi nafas hidupku telah pergi
Tak ingin lagi menjadi tempatku bersandar dan berbagi
Kepergianmu hanya menyisakan mimpi yang belum sempat menjadi nyata
Dimana aku hanya bisa mengenang dan tak bisa lari darinya.

Rabu, 01 Februari 2012

Tak Bisa Kembali

Berharap menemukan kebebasan, aku melangkah pergi.
Keluar dari perisaiku, maju menuju sesuatu yang baru.
Banyak keraguan menyertai, tapi aku telah memilih.
Tak ada jalan bagiku untuk kembali.

Seiring langkah, aku merasakan keganjilan, merasakan sebuah kesalahan.
Namun tetap berharap perasaanku salah, berharap pilihanku adalah benar.
Yang bisa kulakukan hanya maju, walau mungkin tak ada bahagia di depanku.
Karena tak ada tempat bagiku untuk kembali.

Haluan

Dalam sepi aku bermimpi, demi menghimpun sedikit harapan.
Dalam doa aku berharap.
Dalam nyata aku berusaha.

Hidup telah menjadikanku terpinggirkan dan hampir terlupakan.
Betapa kenyataan itu terasa menyakitkan.
Tanpa kusadari, hidupku telah berubah haluan, seakan tak menyisakan jalan untuk kembali.
Yang tersisa hanya serpihan rencana dan mimpi yang telah usang dan terlupakan, yang perlahan ingin kurekatkan kembali.
Membentuk sebuah gambaran usang yang menggambarkan indahnya harapanku dimasa lalu.


Kini, sisa-sisa harapan hanya bisa kurajut dalam pahit dan nyatanya lelah dan airmata.
Mencari setitik terang ditengah gelap.
Berharap menemukan haluan yang benar.
Tempat aku bisa menemukan jiwa dan bahagiaku.
Tempat harapanku berlabuh.
Tempat seharusnya aku berada.

Surat dari Sebuah Penyesalan

Apakah benar diriku hanya seorang kejam tanpa kasih dan cinta?
Begitu burukkah gambaran diriku dihadapanmu?



Tak pernah kusangka pertengkaran dan kesalahpahaman diantara kita menyisakan luka yang begitu dalam bagi dihatimu.
Semua kecewamu terhadapku tak bisa kuhalangi lagi, karena semua memang berawal dariku.
Aku yang terlalu emosional dan berambisi telah membuatmu lelah dan kecewa.

Ketika airmata tak lagi bisa mengembalikanmu kepadaku,
Ketika permintaan maafku tidak bisa lagi menyembuhkan kecewamu terhadapku,
Bacalah sebentar tulisan tak bernilai ini.
Agar dirimu tahu bahwa aku menyesali segalanya,
Bahwa aku pernah berharap menjadi yang terbaik bagimu.
Dan betapa aku pernah dan akan selalu mencintaimu.