About me

Foto saya
I am a dreamer.. I Keep dreaming to keep my soul live..
Feeds RSS
Feeds RSS

Selasa, 19 Juli 2011

Keinginan Jiwa

Cita-cita adalah impian masa kecil.
Semakin kita dewasa, cita-cita bukan lagi prioritas utama.
Aku tidak ingin mempercayai kata-kata itu.
Tapi aku juga terlalu lelah untuk tidak mempercayainya.
Apa yang kucita-citakan selama ini tak pernah terwujud dalam kehidupanku.
Betapa kerasnya pun aku berusaha, jawaban yang kudapat hanyalah "tidak mungkin"
Inilah akhir dari impian masa kecilku.

Aku terus melangkah maju, menolak untuk terus menatap cita-citaku yang kutinggal jauh di belakang.
Tapi ada sedikit yang tertinggal, sesuatu di jiwaku, yang terus meronta untuk dibebaskan.
Jiwaku tidak ingin kehilangan mimpinya.
Seberapapun kecilpun kemungkinannya untuk menjadi nyata, jiwaku tidak peduli.
Dia hanya ingin bermimpi dan mengejar sedikit kemungkinan.

Kini aku hidup dalam bahagia, melangkah maju dan menjalani kehidupan.
Sedang jiwaku, aku tetap membiarkannya bebas untuk bermimpi dan mengejar.
Ku biarkan jiwaku melepaskan segala sisi lain diriku.
Hal yang tak akan bisa kulakukan dalam kehidupan nyata.

Selasa, 12 Juli 2011

Saat menulis ini, entah berapa banyak air mata yang telah mengalir.
Aku begitu takut akan kehilangan hartaku yang paling berharga.
Impianku kian pudar dan menjauh.
Suaraku tak lagi bisa menyanyikan lagu-lagu yang indah.
Aku tak bisa lagi bernyanyi.

Belum sempat aku menapaki panggung nan indah dan megah.
Tapi kenyataan telah menuntutku untuk berhenti bermimpi.
Aku kehilangan arah hidupku, musik yang mengisi jiwaku.
Tidak ada lagi suaraku.

Sedikit demi sedikit aku kumpulkan serpihan-serpihan impian.
Berharap masih ada jalan untuk kembali.
Tidak peduli betapa panjang dan sulitnya jalan.
Aku ingin bersinar bersama dengan musikku, jiwa dan impianku.

Suara Hati yang Tersembunyi


Terlalu banyak kebohongan
Terlalu banyak kesalahan
Semakin dalam aku terperosok
Aku tidak mampu keluar dari jurang yang telah kugali
Jika ada yang bisa melihat, hatiku berwarna hitam, sepekat tinta
Senyuman palsu yang selama ini tergambar di bibirku, aku telah menipu semua orang
Dengki akan kebahagiaan orang lain
Iri akan keberhasilan orang lain
Hatiku bagaikan neraka, tidak pernah bahagia
Seberapa banyak air mata dan keringat yang ku teteskan tidak bisa menyembuhkan hatiku yang jahat
Apakah ada pengampunan untukku?
Masih adakah kebahagiaan untukku?
Masihkah aku diinginkan setelah pengakuan ini?