Minggu, 26 Desember 2010
Kisahku
Satu hal yang kuingat adalah aku tumbuh di sebuah kampung, bersekolah sampai kelas 4 Sekolah Dasar disana. Aku juga memiliki beberapa teman bermain yang tidak bisa kuingat lagi nama dan wajahnya. Saat itu, aku merasa bahwa aku adalah seorang gadis cengeng yang berusaha untuk tegar. Prestasiku dengan teman-temanku yang lain sering dibanding-bandingkan oleh ibu-ibu. Aku yang tidak pernah menjadi juara kelas merasa dipinggirkan. Perasaan yang masih sering terbawa sampai sekarang.
Satu-satunya hal yang membahagiakan adalah rumah sederhana kami yang saat itu merupakan istana bagiku. Aku sangat menyukai rumah itu. Satu-satunya rumah yang kutempati yang pernah memberiku ketenangan, juga kebahagiaan yang paling sederhana. Aku bisa mengingat betapa bahagianya aku saat tinggal disana.
Sampai suatu hari, sebuah mimpi buruk datang. Aku harus meninggalkan istana kecilku. Aku harus mengikuti orang tuaku yang berpindah kerja ke kota. Beradaptasi dengan lingkungan baru, rumah baru dan teman-teman baru. Aku juga tidak bisa mengingat dengan baik bagaimana sedihnya aku saat berpisah dengan teman-temanku.
Yang kuingat hanyalah kepindahan kami ke kota telah membawa dampak yang cukup besar terhadap psikologiku yang memang pada dasarnya sudah bermasalah. Orang tuaku mendaftarkanku di salah satu sekolah favorit di kota. Tapi aku kurang bisa menjalani hari-hariku disana dengan baik.
Awalnya aku diterima dengan baik di sekolah baruku. Namun itu karena satu kebohonganku kepada mereka bahwa aku adalah anak berprestasi di sekolah lamaku. Seiring dengan berjalannya waktu, aku tidak bisa menunjukkan prestasi bagus seperti yang kukatakan. Otakku tidak cukup bagus untuk menerima penjelasan dari guru-guru baruku. Oleh karena itu, aku memilih untuk menjauhi pergaulan.
Hal-hal tersebut tidak jauh berbeda saat aku memasuki SMP. Aku bahkan tidak memiliki teman. Beberapa anak berprestasi bahkan memandang remeh padaku dan sialnya, aku menerima begitu saja. Usahaku untuk berprestasi seakan-akan hanyalah usaha sia-sia semata.
Mungkin tidak ada yang tahu bagaimana rasanya ketika tidak ada orang yang ingin berbaris bersamamu, bagaimana rasanya ketika orang-orang memandangmu dengan tatapan seakan dirimu adalah makhluk aneh. Aku pun tidak ingat betul bagaimana rasanya, tapi kutahu semua itu sangat menyakitkan. Rasanya pastilah lebih menyakitkan daripada dibanding-bandingkan dengan ibu-ibu di kampungku. Sadarlah aku bahwa masa kecilku saat di kampung itu adalah potongan kenangan terindah yang entah mengapa terlupakan olehku.
Pada saat engkau dibandingkan dengan orang lain, jangan engkau berkecil hati. Itu menunjukkan keberadaanmu masih diakui. Tapi jika orang-orang sengaja menghindarimu, bahkan memandangmu dengan tatapan aneh, itu berarti keberadaanmu tidak diharapkan.
Saat menginjak dewasa, hidupku mengalami sedikit perbaikan. Usahaku untuk lebih baik tidak sia-sia. Aku mulai memiliki banyak teman karena prestasiku yang perlahan membaik. Itu adalah masa-masa yang cukup menyenangkan dan penuh perjuangan. Perjuangan yang masih kulakukan hingga saat ini. Perlahan aku merasa keberadaanku diakui.
Tapi terkadang, rasa dikucilkan dan diabaikan yang telah mendarah daging datang tanpa diundang. Namun kadang rasa itu memberikan sedikit penghiburan kepadaku, memberiku alasan untuk bersyukur dengan keadaanku yang semakin baik.
Disaat orang lain mulai menggapai mimpi, aku baru akan mulai merajut mimpi-mimpi yang ingin kugapai. Mimpi yang belum bisa kugapai hingga saat ini. Mimpi yang kuharap bisa merubah hidupku dan membuat keberadaanku lebih diakui.Karena aku lelah mendapat perlakuan bagai anak tiri.
Mungkin aku terlalu kecil untuk mimpi yang besar. Jalan hidupku sekarang pun tidak sejalan dengan mimpiku. Kadang aku merasa bagai menghadapi jalan buntu. Tapi aku tidak menyesal dan menyerah, karena aku percaya bahwa mimpi adalah harta karun bagi setiap manusia
Masa lalu yang sedikit menyedihkan perlahan terlupakan. Semuanya bagaikan mimpi yang perlahan sirna oleh terangnya sinar mentari pagi. Bagiku, itu adalah isyarat untuk meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan.
Kini saat usiaku bertambah satu tahun, aku ingin menyerukan bahwa aku ada, dan aku akan bangkit dari keterpurukanku. Perlahan aku akan mengejar mimpiku. Karena aku percaya, tidak ada yang sia-sia. Aku akan berjuang dengan karya-karyaku yang kecil, diiringi dengan harapan, untuk mencapai mimpi-mimpiku yang besar dan indah..
By Shiny Zhen
December 27, 2010
(11 gwek, 22 lunar calender)
Rabu, 22 Desember 2010
Love Letter
Aku tak pandai merangkai kata-kata seindah pujangga..
Aku tak seindah bintang,
Aku tak sepandai ilmuan,
Juga tak sekaya gadis-gadis disekelilingmu.
Tak ada yang bisa kutawarkan.
Yang kumiliki hanya sebuah rasa bernama cinta.
Meskipun hatiku tidak seluas samudera.
Tapi hatiku bisa menerima tanpa syarat segala kekuranganmu.
Jangan kau ragukan itu.
Karena
Kamis, 16 Desember 2010
Sosok Cinta
Jumat, 10 Desember 2010
Impian atau Pelarian
Apa cita-citamu?
Apa impianmu?
Pada saat aku menjawab pertanyaan-pertanyaan itu,
Aku mungkin tidak sepenuhnya jujur.
Pada kalian, bahkan pada diriku.
Karena akupun tidak yakin dengan jawabanku.
Karena aku takut apa yang kusebut impian hanyalah pelarianku atas sesuatu.
Minggu, 05 Desember 2010
Ketika Hidup Menjadi Sebuah Pilihan
Senin, 29 November 2010
Musik Gambaran Jiwaku
Menikmati alunan musik, menikmati kesendirianku.
Ada dua lagu kesukaan yang sengaja kuputar berulang.
Lagu pertama mewakili hatiku yang gundah
Aku tertinggal.
Usahaku untuk mengejar seakan tidak ada artinya.
Lagu kedua mewakili cita-citaku yang megah yang terpatri indah dalam hatiku.
Yah, hanya terpatri dan belum bisa kuwujudkan.
Dalam hati kubertanya, sampai kapankah aku harus berhenti mengejar?
Sampai kapankah baru ku bisa menikmati indahnya cita-cita yang telah kurangkai?
Kehidupan yang tidak berjalan sesuai harapan, perlahan membuat langkahku memelan, bahkan hampir terhenti.
Memaksaku untuk mengambil jalan lain yang menjauhkanku dari cita-citaku, mimpiku, hartaku satu-satunya, jati diriku.
Kini aku merasakan lelahnya berlari, menjalani aktivitas dan kehidupan yang perlahan tapi pasti menjauhkanku dari hartaku, jati diriku.
Jadi, biarkan aku duduk dan merenung disini.
Izinkan aku mencari kembali harta dan jati diriku yang telah hilang.
NB : untuk temanku yang sedang jenuh. ^^
Senin, 22 November 2010
Mesin Pencari
Kamis, 18 November 2010
Maaf, jika Hadirku Mengganggumu
Minggu, 14 November 2010
(Fàn Wěi Qí) 范玮琪 - Kěbùkěyǐ Bù Yǒnggǎn 可不可以不勇敢
你用浓浓的鼻音 说一点也没事
fǎnzheng yòu měi yòu tòng cáishì ài de běnzhì
反正又美又痛才是爱的本质
yī ge rén lǚxíng yěxǔ gèng yǒu yìsi
一个人旅行 也许更有意思
hé tā zhēnzhèng jiéshù cái néng chóngxīn kāishǐ
和他真正结束 才能重新开始
-----@@-----
jǐ nián tiēxīn de rìzi huàn fēnshǒu liǎng ge zì
几年贴心的日子 换分手两个字
nǐ què yángé zhǐ zhǔn zìjǐ kū yīxiàzi
你却严格只准自己哭一下子
kàn zhe nǐ nǔlì xiǎng wēixiào de yàngzi
看着你努力 想微笑的样子
wǒ de xīn xiàng dàyǔ jiāng zhì nàme cháoshī
我 的心像大雨将至那么潮湿
------------
-----REFF-----
wǒmen kěbùkěyǐ bù yǒnggǎn
我们可不可以不勇敢
dāng shāng tài zhòng xīn tài suān wúlì chéngdān
当伤太重心太酸无力承担
jiùsuàn xiànzài nǚrén hěn liúxíng shìrán
就 算现在女人很流行释然
hǎoxiàng shénme kùnjìng dōu zhīdao gāi zěnme bàn
好像什么困境 都知道该怎么办
wǒmen kěbùkěyǐ bù yǒnggǎn
我们可不可以不勇敢
dāng ài tài lèi mèng tài luàn méiyǒu dá'àn
当爱太累梦太乱没有答案
nándào bùnéng tǎnbái de fàngshēng kūhǎn
难道不能坦白的放声哭喊
yào cóng xīndǐ názǒu yī ge rén
要从心底 拿走一个人
--------------
hěn tòng hěn nán
很痛很难
Repeat @@
Repeat Reff
hěn tòng
很痛
Repeat Reff
hěn tòng hěn nán
很痛很难
bù yǒnggǎn
不勇敢
http://www.youtube.com/watch?v=kETsnwF8llo
Yǔ Tóng Fēi 宇桐非 - Gǎndòng Tiān Gǎndòng Dì 感动天感动地
一开始我以为
ài běnlái huì hěn róngyì
爱本来会很容易
suǒyǐ méiyǒu jīngguò yǔnxǔ
所以没有经过允许
jiù bǎ nǐ fàng xīnli
就把你放心里
zhí dào hòulái yǒu yī tiān
直到后来有一天
nǐ hé tā zǒu zài yīqǐ
你和他走在一起
wǒ cái fāxiàn yuánlái àiqíng
我才发现原来爱情
bù shì zhēnxīn jiù kěyǐ
不是真心就可以
---
-REFF-
wǒ gǎndòng tiān gǎndòng dì
我感动天感动地
zěnme gǎndòng bùliǎo nǐ
怎么感动不了你
míngmíng zhīdao méiyǒu jiéjú
明明知道没有结局
què hái sǐxīntādì
却还死心塌地
wǒ gǎndòng tiān gǎndòng dì
我感动天感动地
zěnme gǎndòng bùliǎo nǐ
怎么感动不了 你
zǒng xiāngxìn àiqíng huì yǒu qíjì
总相信爱情会有奇迹
dōu shì wǒ piàn zìjǐ
都是我骗自己------
(music)
Repeat @
Repeat Reff
yǐwéi zìjǐ bùzài qù xiǎng nǐ
以为自己不再去想你
bǎochí bù bèi cìtòng de jùlí
保 持不被刺痛的距离
jiùsuàn zǎoyǐ wàngle wǒzìjǐ
就算早已忘了我自己
què hái xiǎngyào zhīdao nǐ de xiāoxi
却还想要知道你的消息
Repeat Reff
Sejenak
Jumat, 12 November 2010
Goresan Tintaku
Apa arti menulis bagiku?
Bagiku, menulis mungkin hanyalah pelampiasan akan mimpi yang telah terkubur.
Ya, mimpi indah yang kurangkai selama bertahun-tahun saat masa sekolahku, perlahan telah terkubur karena kenyataan yang tidak sejalan dengan harapan.
Mimpi yang bahkan belum sempat kuperjuangkan.
Entah karena ketidamampuanku, pilihanku yang salah, kesempatan yang belum tiba, atau takdir.
Namun semua mimpi yang telah kutanam dalam benak telah tenggelam, terkubur, seiring dengan berputarnya roda kehidupan.
Aku merasa tak berdaya,
jiwakupun terhanyut bersama mimpi siang bolongku.
Tapi kehidupan terus berputar.
Waktu tidak akan berhenti berputar hanya karenaku.
Mimpi mungkin tak dapat kuraih.
Tapi ingin kugambarkan indahnya dalam goresan tinta hitam, dalam kata-kata.
Ya, tulisanku adalah bentuk abstrak dari mimpi dan harapanku yang tak kunjung nyata.
Sudikah kalian membacanya?
Bagi kalian, tulisanku mungkin hanya sebuah tulisan tanpa arti.
Tapi bagiku, tulisanku adalah jembatan untuk menghubungkanku dengan dunia mimpiku yang telah terkubur.
Untuk mengingatkan diri, bahwa aku pernah memiliki sebuah mimpi yang begitu indah.
Walaupun kini, mimpiku hanyalah sekedar mimpi.
Rabu, 10 November 2010
Harap-harap Cemas ^^
Senin, 08 November 2010
Serakahkah Aku?
Aku ingin mengungkapkan apa yang kurasakan.
Tapi kata-kata yang tepat tak kunjung kutemukan untuk mengungkapkannya.
Aku ingin menangis, ingin bercerita.
Aku ingin mengeluarkan semua isi hatiku.
Tapi kepada siapa aku harus bercerita dan dalam pelukan siapa aku harus menangis?
Di pesisir inilah, aku bisa merasakan ketenangan.
Ditemani matahari yang hendak beristirat di balik megahnya pegunungan di seberang sana.
Dipeluk oleh batu-batu karang yang kokoh.
Dibelai oleh lembutnya angin yang sepoi-sepoi.
Juga dihibur oleh nyanyian ombak yang merdu.
Merekalah yang selalu setia mendengarkan suara dan teriakanku.
Mereka jugalah yang selalu berada disini untuk mendengar cerita juga menaungiku saat menangis.
Tapi aku belumlah puas karena aku tetaplah seorang diri.
Apakah terlalu serakah jika aku mengharapkan lebih dari ini?
Apakah terlalu serakah jika aku mengharapkan lebih dari sekedar matahari, batu-batu karang, angin dan ombak yang menemaniku?
Jumat, 29 Oktober 2010
Akhir Penantian & Kepalsuan
Selasa, 26 Oktober 2010
走音
虽然没车能接送你
海角天边都陪你去
送了一个小惊喜忙几星期
你眼中有小星星
你不开心就抱紧你
你有话说我就安静
为你改好了个性磨平脾气
才晓得默契会飘移
你的爱情在走音变成另一个旋律
我还在执迷拼了命去合音
你像下雪的表情是会过完的冬季
我把心划成火柴却看见漆黑的梦境
听见爱情在走音痛是太长的抖音
我不爱煽情但双唇抖个不停
本来幸福的主题怎黱唱成了悲剧
选错歌唱再用心也无力
对街狂奔大喊爱你
拥挤捷吡飨聍i滴
这个疯狂的自己来自哪里
我已经不懂我自己
你的爱情在走音变成另一个旋律
我还在执迷拼了命去合音
你像下雪的表情是会过完的冬季
我把心划成火柴却看见漆黑的梦境
听见爱情在走音痛是太长的抖音
我不爱煽情但双唇抖个不停
本来幸福的主题怎黱唱成了悲剧
选错歌唱再用心也无力
Senin, 25 Oktober 2010
缺席
为什么还不放手却拉扯
是我不甘心还是不舍
为何我还在固执的拔河
其实我真的很难过
只是难过都沦为沉默
可能我真的不懂得让你更快乐
我想和你在一起
给你的爱那些美丽
已长成藤蔓缠着我的生命
在你的未来缺席
像是一出剧本未完待续
预留伏笔把未完成从容继续
如果还有如果就算瞬间老去毫不犹豫
无论多漫长终究曲终人散
可是我不想因为不敢却步沮丧
然后半途收场
只是难过都沦为沉默
可能我真的不懂得让你更快乐
给你的爱那些美丽
已长成藤蔓缠着我的生命
像是一出剧本未完待续
预留伏笔把未完成从容继续
舍不舍得爱让我控制不了
只想要把你拥抱
其实爱上一个人没有解药
我的静脉流着爱陪你到老
原来我还会微笑
像是一出剧本未完待续
预留伏笔把未完成从容继续
Selasa, 19 Oktober 2010
Rasa & Diamku
Aku menunggu kedatangan teman-temanku, juga menunggu kedatangan dosenku.
Anganku asik berkelana ke dunia lain saat itu.
Namun, saat anganku sedang asik dengan penjelajahannya ke dunia lain, sesosok laki-laki muncul dihadapanku.
Tubuhnya yang tinggi dan tegak berlalu dihadapanku.
Kehadirannya telah melemparkan anganku kembali kedalam dunia nyata.
Senin, 18 Oktober 2010
SEMPURNA
Hidup, Bagiku, hidup adalah sebuah proses perjuangan untuk mendapatkan cinta dan mimpi.
Bagiku, dengan memiliki cinta, hidup adalah bahagia.
Dengan memiliki mimpi, hidup adalah harapan.
Jika memiliki keduanya, hidup adalah sempurna.
Tapi, tidak ada hidup yang sempurna.
Ketika cinta datang menghampiri, mungkin kita harus rela melepaskan mimpi.
Ketika mimpi sudah di depan mata, mungkin kita harus rela melepaskan cinta.
Selama ini, aku berlari mengejar impian yang merupakan pelangiku,
Aku mencari keberadaan cinta yang merupakan matahariku.
Langkahku tidak pernah terhenti untuk berlari dan mencari keberadaan mereka.
Namun setelah berlari cukup jauh, barulah aku sadari, ada hal tertentu yang tidak dapat kugapai sekuat apapun aku berusaha.
Perlahan, pelangi mimpiku pudar dari penglihatanku.
Hanya goresan tinta hitam diatas kertas yang menjadi pelarian atas mimpi-mimpi yang perlahan memudar.
Hanya gorestan tinta hitam diatas kanvas yang menjadi gambaran akan mimpi-mimpi yang pernah tertanam dalam benakku.
Kini, setelah pelangi mimpi tak lagi kumiliki, aku memilih untuk tidak lagi berlari.
Aku tak lagi mencari keberadaan cinta karena dia datang sendiri menghampiriku saat aku kehilangan mimpiku.
Dia bagaikan matahari, memberikan pelukan hangat saat air mata membasahi pipiku, menuntunku untuk berdiri dan menemaniku berlari mengejar kembali pelangiku.
Aku, telah merasa sempurna saat bersamanya.
Merasa bahagia saat menatap kedua matanya yang indah, merasa nyaman saat berada dalam pelukannya, juga merasa kuat saat bersamanya.
Aku merasa sempurna dengan memiliki cintanya.
Kini, bersama dialah aku mampu merangkai indahnya kata-kata kehidupan,
menyusun kembali mimpi-mimpi dan harapan yang sempat hilang,
juga mengukir indahnya warna-warni cinta dengan goresan tinta kehidupan yang mengalir dalam diri kami.
Hidupku telah sempurna dengan kehadirannya.
:)
Kamis, 14 Oktober 2010
DUNIA MIMPI

Saat ini, aku berdiri di sebuah tempat yang sangat indah.
Hanya dengan berdiri disini, aku bisa merasakan sebuah ketenangan.
Tempat ini, kutemukan dalam hatiku.
Tempat yang kuberi nama Dunia Mimpi.
Dunia mimpi,
Disanalah tempatku beristirahat.
Disanalah tempatku melarikan diri dari hiruk pikuk dunia nyata.
Dalam dunia mimpiku, tidak ada istana megah dengan para pelayan dan pengawal.
Disana, hanya ada sebuah pondok sederhana yang dikelilingi padang rumput dan bunga.
Segala yang ada di dalamnya sangat indah.
Kehidupan sederhana yang dikelilingi rumput hijau dan warna-warni bunga serta diiringi angin sepoi-sepoi dan alunan musik nan merdu.
Disanalah aku melukiskan indahnya hidup dalam kanvas kehidupan yang kelam.
Disanalah aku menceritakan bahagianya hidup dalam lembaran-lembaran kertas kehidupan yang telah usang.
Disanalah aku membangun kebahagiaan dengan fondasi berupa harapan-harapan yang pernah hancur.
Disana jugalah aku merajut impianku akan cinta dengan untaian benang kasih sayang yang sudah kusut.
Dunia mimpi, adalah tempatku menyusun dan membangun segala harapan dan impian yang pernah runtuh, tempatku mengembalikan kekuatanku untuk menghadapi dunia nyata.
Hanya dalam dunia mimpi, aku bisa mendapati diriku tersenyum tulus dan bahagia.
Disana, aku tidak perlu berpura-pura tegar.
Disanalah tempatku bernaung disaat bintang kehidupanku meredup, juga tempatku mengadu disaat semua orang menolakku.
Dalam dunia mimpiku, segala yang terasa tidak mungkin di dunia nyata bisa terjadi.
By : Shiny Zhen ^^
Rabu, 06 Oktober 2010
TANGISKU
Dalam gelap dan dinginnya malam, aku menangis.
Tangisku, memang tidak menyelesaikan apapun.
Tetapi, biarlah aku lepaskan semua beban yang ada di pundakku untuk sejenak.
Dalam hati kubertanya,
Bagaimana harus kujalani hariku esok.
Bagaimana harus kutiti masa depan dan mimpi yang selama ini menemani hariku.
Aku meringkuk dalam malam, mencari jawaban atas segala yang terjadi.
Kegagalanku, ternyata juga akhir dari mimpi indahku tentang kehidupan.
Saat ini, tiada teman, tiada sahabat.
Mereka yang dulunya mengaku teman dan sahabat kini menjauh.
Barulah kusadar selama ini aku dikelilingi kepalsuan.
Ingin kutanyakan kepada mereka,
Bagaimana perasaan mereka jika berada dalam posisi yang sama denganku.
Apakah kegagalan adalah sebuah dosa?
Apakah kegagalan adalah penyakit menular?
Tak banyak inginku, tak banyak harapku.
Hanya ingin kalian menemaniku.
Hanya ingin kalian memahami dan mendengar keluh kesahku.
Tapi kalian tidak pernah ada untukku.
Sejuta alasan yang kalian ciptakan untuk menghindariku.
Tangisku malam ini, tiada guna.
Tapi biarkanlah aku menangis.
Karena jika matahari mulai bersinar terang, aku tidak lagi boleh meneteskan air mata.
Jadi, biarlah tangisku malam ini tersimpan sebagai kenangan atas kegagalanku dalam merangkai indahnya hidup.
Minggu, 03 Oktober 2010
Doa untuk Temanku
Sewaktu kuliah dulu, aku merasa itu adalah saat yang sangat menyenangkan.
Kuliah dan belajar bersama, berkumpul bersama, dan gila-gilaan bersama.
Aku merindukan saat-saat itu.
Setelah lulus, sedikit waktu yang kita miliki untuk berkumpul.
Kita sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Walaupun begitu, komunikasi antara kita tetap terjalin.
Kita tidak melupakan satu sama lain.
Setelah dua tahun kelulusan kita, tidak pernah kusangka kemarin akan menjadi acara perpisahan kita.
Kupikir hanyalah acara kumpul-kumpul seperti yang biasa kita lakukan.
Setelah sekian lama tidak bersua, tiba-tiba ada ajakan untuk berkumpul bersama.
Tentu saja itu adalah moment yang menyenangkan.
Tapi ternyata ada maksud dibalik acara tersebut.
Hal yang tidak pernah aku duga sebelumnya.
Kalian akan pergi, meninggalkan
Aku, tidak mampu berkata apa-apa.
Kabar kepergian kalian terlalu tiba-tiba.
Tapi ini adalah jalan yang kalian pilih.
Kalian telah memilih untuk menapaki hidup dan masa depan kalian di tempat baru.
Pelukan perpisahan kita, kuharap itu bukanlah pelukan perpisahan.
Aku yakin suatu saat kita pasti akan berkumpul dan bercanda seperti dulu.
Tidak ada yang bisa aku lakukan untuk kalian, hanya doa dalam hati supaya kalian selalu dalam lindungan Tuhan.
Temanku, jaga diri kalian baik-baik.
Jangan lupakan kami yang berada disini.
Capailah apa yang telah kalian rencanakan.
Good luck, my friends ^^
Jumat, 24 September 2010
Hanya Sebuah Cerita
Ini hanya sepenggal cerita. Cerita yang bagi kebanyakan orang mungkin hanya sekedar cerita tak berarti. Ingin kuberi judul KOLAM KENANGAN untuk ceritaku ini. Jangan bertanya mengapa aku memberi judul itu, karena aku pun tidak tahu. Mungkin karena perasaanku kepada orang yang kucintai harus kuakhiri di kolam itu. Mungkin.
Kutatap awan yang sedang bergumul dilangit. Ya, hari itu, sama seperti hari-hari biasanya, sangat cerah, secerah hatiku.
Aku duduk di kursi hijau di tepi kolam, menunggu kedatangan seseorang sambil menikmati indahnya tempat ini. Kolam bening dengan pohon-pohon pinus yang indah, ditemani oleh bunga-bunga yang tumbuh rapi dan menari-nari diatas tangkainya. Angin yang sepoi-sepoi menyentuh wajahku dengan lembut, sama seperti kelembutan tangannya setiap kali menyentuh wajahku.
Seperti janji kami, hari itu kami bertemu disini, tempat favorit kami berdua. Hari itu adalah hari yang istimewa bagiku sebelum aku mengetahui sebuah kenyataan pahit. Jadi aku sengaja datang lebih awal supaya dia tidak perlu menungguku. Hari itu, di tempat ini, aku akan memberanikan diriku untuk mengungkapan perasaan yang selama ini kupendam kepadanya. Perasaanku bercampur aduk antara tegang dan bahagia.
Ditengah-tengah lamunanku, aku melihat sosoknya yang berjalan ke arahku. Saat itu juga, aku merasakan jantungku berdetak dengan sangat kencang, dan tubuhku menegang. Dia, sahabatku, tapi juga pria yang kucintai. Pertanyaan-pertanyaan tentang akankan dia menerima perasaanku bermunculan di kepalaku saat itu.
“Kamu cantik hari ini.” Kata pertama yang dia ucapkan saat tiba, kata-kata yang selalu membuat wajahku memanas dan tersipu malu. Entah sudah berapa sering dia mengucapkan kata itu. Kata-kata manis dan perhatian yang selalu meluncur dari mulutnya telah membuatku jatuh hati padanya. Perhatian yang tidak pernah kudapatkan dari orang lain.
Berdua kami duduk di kursi hijau di tepi kolam, sibuk dengan pikiran kami masing-masing. Saat itu, aku telah mengumpulkan keberanianku untuk mengungkapkan perasaanku. Aku tidak pernah mempersiapkan diriku untuk menerima penolakan darinya karena ku yakin dia juga memiliki perasaan yang sama.
Tapi, tepat pada saat kata-kata itu sudah berada di ujung mulut, tiba-tiba dia berkata, “Aku sangat merindukannya. Seseorang yang telah membuatku jatuh hati. Entah bagaimana kabarnya sekarang.” Sesaat dunia terasa berputar-putar. Kepalaku pusing, dan aku tidak mampu berkata-kata. Aku hanya menatapnya dengan tatapan tidak percaya.
Dia jatuh hati kepada orang lain, dia bahkan sedang merindukannya sekarang. Aku tidak mampu berfikir. Aku merasa otakku membeku. Harapanku terkubur sebelum sempat kuutarakan. Tidakkah dirinya tahu betapa hancurnya hatiku saat mendengar kata-kata itu? Ya, dia tidak akan pernah tahu karena ternyata dia tidak pernah merasakan hal yang sama terhadapku. Ternyata selama ini aku salah. Berat bagiku untuk menerima kenyataan ini.
Sudah sebulan sejak kejadian itu. Aku berusaha menghindar darinya. Aku takut perasaanku akan tumpah saat melihat dan mendengar suaranya. Tapi aku merindukannya. Sangat. Aku membutuhkannya. Untuk mengobati rasa rinduku, aku mengunjungi kolam tempat terakhir kali kami bertemu.
Aku duduk di kursi yang sama, menatap langit. Hari ini, sama cerahnya dengan hari itu.
Tapi sekarang, tidak ada lagi yang akan menemaniku saat aku bersedih dan menangis, tidak ada lagi yang akan memarahiku karena lupa makan, tidak ada lagi yang akan bernyanyi dan memainkan lagu-lagu kesukaanku. Dia yang selama ini selalu ada untukku, kini telah merindukan orang lain. Aku mungkin telah terlupakan olehnya. Sakit bagiku untuk menerima kenyataan ini.
Perlahan aku melangkahkan kakiku ke depan kolam, ingin melihat kolam dari dekat, ingin merasakan dinginnya air kolam, ingin menenggelamkan perasaan tidak berdaya ini. Lalu tiba-tiba sebuah tangan meraih tanganku dan berkata, “Apa yang kau lakukan?! Inikah yang kau lakukan saat aku tidak ada?” Aku berbalik dan melihat wajahnya yang masih kebingungan. Dia, orang yang selama ini aku rindukan, orang yang tidak ingin kuhadapi, berdiri di depanku dan menggenggam erat tanganku. “Jangan melakukan hal bodoh. Aku akan sangat sedih jika orang yang kusayang menyakiti dirinya sendiri.”, lanjutnya. Kata-kata seperti itulah yang membuatku salah paham selama ini. Kata-kata yang selalu membuatku berfikir bahwa dia juga mencintaiku.
Kemudian dia memelukku dengan erat. “Jangan bersedih. Ceritakan padaku. Aku pasti akan membantumu.” Tidak. Kali ini dia tidak akan bisa membantuku seperti biasanya karena aku terluka karena dia. Aku terluka karena perasaan yang kumiliki untuknya.
Aku menangis sekuat tenaga. Bahkan tangisanku lebih terdengar seperti raungan. Tapi aku tidak peduli. Dia pun tetap memelukku, bahkan lebih erat. Kali ini, aku biarkan diriku terhanyut dalam dekapannya. Hanya dalam pelukannyalah aku bisa menangis selama ini. Walaupun hanya pelukan sebagai seorang sahabat. Hal yang tidak dapat kuubah sekuat apapun aku berusaha.
Mungkin ini sudah cukup bagiku. Mungkin waktu bisa merubah perasaanku kepadanya atau perasaannya padaku. Juga kemungkinan-kemungkinan lain yang bisa terjadi. Apapun itu, yang penting sekarang aku tenang dan bahagia dalam pelukannya, walaupun aku hanyalah seorang sahabat baginya.





