对你说了我的真心话,不知道是否对的选择。
若是对了,我们就能像以前一样和睦的相处。
若是错了,我们就只能当当礼仪上的朋友。
我很困惑。
在这个陌生的世界,有太多我未见之事。
面对不像你的你,
面对陌生的世界,
面对陌生的人群,
我手足无措,不知所措。
我很犹豫。
很多话曾经想对你说,
很多事想与你分享,
你却没有剩余的时间陪我。
是啊,我只是你人生里的配角,可无可有。
而那些人,是你的开心果,不可缺少。
你人生里的配角对你说的话,曾经认真的听过吗?
若是听了,又懂了多少呢?
若是没听,是在我面前妆模作样吗?
我真的很好奇,很好奇。
Selasa, 11 Desember 2012
Maaf, Aku Pergi
Aku tidak takut lelah..
Aku bahkan rela mengikutimu kemanapun kau melangkah..
Tapi kini hatiku lelah, hatiku diambang kehancuran..
Mataku tak lagi sangggup menatapmu..
Tubuhku tak ingin lagi berdampingan denganmu..
Kebencian dan duka telah memenuhi jiwaku yang lemah..
Aku tak mampu lagi kuat untukmu.
Sekuat apapun aku berusaha, usahaku tidak pernah ada artinya dimatamu..
Aku disini, dihadapanmu, tapi kau tidak pernah menganggapku ada..
Ya, karena aku tidak pernah ada dihatimu..
Jika kini aku tidak ada dihatimu, nanti dan selama-lamanya, aku tidak akan pernah ada, dihatimu, diduniamu..
Maka kini, maaf, aku memutuskan untuk pergi..
Dan tidak akan pernah kembali untukmu..
Aku bahkan rela mengikutimu kemanapun kau melangkah..
Tapi kini hatiku lelah, hatiku diambang kehancuran..
Mataku tak lagi sangggup menatapmu..
Tubuhku tak ingin lagi berdampingan denganmu..
Kebencian dan duka telah memenuhi jiwaku yang lemah..
Aku tak mampu lagi kuat untukmu.
Sekuat apapun aku berusaha, usahaku tidak pernah ada artinya dimatamu..
Aku disini, dihadapanmu, tapi kau tidak pernah menganggapku ada..
Ya, karena aku tidak pernah ada dihatimu..
Jika kini aku tidak ada dihatimu, nanti dan selama-lamanya, aku tidak akan pernah ada, dihatimu, diduniamu..
Maka kini, maaf, aku memutuskan untuk pergi..
Dan tidak akan pernah kembali untukmu..
Senin, 01 Oktober 2012
Menunggu dalam Sepi dan Rindu
Tawamu begitu lepas, begitu bahagia..
Seharusnya akupun bahagia melihatnya..
Tapi mengapa hati ini merasa hampa?
Yah, karena senyumnya bukan lagi untukku, tetapi untuk yang lain..
Kau genggam erat tangannya..
Menatap penuh cinta kepada dirinya..
Bertukar kata-kata cinta kepadanya..
Hatimu hanya miliknya..
Aku, selalu menunggumu disini, dalam sepi dan rindu..
Aku, selalu menunggumu disini, menunggu hatimu berpaling kepadaku..
Menunggumu mengusir teman jiwaku, sang sepi dan rindu..
Salahkah aku jika berharap begitu?
Seharusnya akupun bahagia melihatnya..
Tapi mengapa hati ini merasa hampa?
Yah, karena senyumnya bukan lagi untukku, tetapi untuk yang lain..
Kau genggam erat tangannya..
Menatap penuh cinta kepada dirinya..
Bertukar kata-kata cinta kepadanya..
Hatimu hanya miliknya..
Aku, selalu menunggumu disini, dalam sepi dan rindu..
Aku, selalu menunggumu disini, menunggu hatimu berpaling kepadaku..
Menunggumu mengusir teman jiwaku, sang sepi dan rindu..
Salahkah aku jika berharap begitu?
Pesona Sang Cinta
Tidak ada yang tahu kapan kita akan jatuh cinta..
Tapi begitu dia datang, siapapun akan kesulitan untuk menolak pesonanya..
Begitupun diriku, tak sanggup menolak pesona sang cinta..
Karena keberadaannya telah membutakan segalanya..
Aku mencintai sahabatku..
Semakin lama, rasa itu semakin nyata..
Semakin tak mampu kubendung..
Puisi-puisi indah akan muncul dalam benakku saat melihatnya..
Khayalan-khayalan indah akan berpesta saat aku memikirkannya..
Kebahagiaan akan menyelimuti hati ketika berbicara dengannya..
Kedamaian akan datang saat menatap matanya yang teduh..
Tak banyak yang bisa kulakukan untuk membendung cintaku kepadanya..
Hanya perhatian demi perhatian yang sanggup kuberi untuknya..
Sekedar untuk membuktikan, bahwa akulah yang pantas baginya..
Bukan sebagai seorang sahabat, tapi sebagai seorang pencinta..
Seorang pencinta yang mencintainya dengan sepenuh jiwa..
Tapi begitu dia datang, siapapun akan kesulitan untuk menolak pesonanya..
Begitupun diriku, tak sanggup menolak pesona sang cinta..
Karena keberadaannya telah membutakan segalanya..
Aku mencintai sahabatku..
Semakin lama, rasa itu semakin nyata..
Semakin tak mampu kubendung..
Puisi-puisi indah akan muncul dalam benakku saat melihatnya..
Khayalan-khayalan indah akan berpesta saat aku memikirkannya..
Kebahagiaan akan menyelimuti hati ketika berbicara dengannya..
Kedamaian akan datang saat menatap matanya yang teduh..
Tak banyak yang bisa kulakukan untuk membendung cintaku kepadanya..
Hanya perhatian demi perhatian yang sanggup kuberi untuknya..
Sekedar untuk membuktikan, bahwa akulah yang pantas baginya..
Bukan sebagai seorang sahabat, tapi sebagai seorang pencinta..
Seorang pencinta yang mencintainya dengan sepenuh jiwa..
给爸爸的一封信
爸爸,你好吗?
收到我的信,你会开心吗?
你想我吗?
爸爸,最近在忙什么?
还在担心我吗?
还等着我回去吗?
爸爸,我过得很好。
请不要为我操心。
我会照顾好自己。
爸爸,对不起,因为我经常不听话。
爸爸,对不起,因为我一直让你失望。
爸爸。对不起,因为我选择暂时离去。
爸爸,我知到你一直牵挂着我。
你总是不放心我一个人在外面生活。
我也知道你一直想保护我。
因为我永远是你的小公主,长不大的小公主。
爸爸,你的牵挂我了解。
但请不要为我操心。
我需要你的祝福,陪我走这条漫长的路。
爸爸,不要忘记要照顾好身体。
因为当我回去时,我最想看到的是你的笑容。
我最想要的是,你用你的双臂抱紧我,并告诉我 “欢迎回来,我的小公主”
收到我的信,你会开心吗?
你想我吗?
爸爸,最近在忙什么?
还在担心我吗?
还等着我回去吗?
爸爸,我过得很好。
请不要为我操心。
我会照顾好自己。
爸爸,对不起,因为我经常不听话。
爸爸,对不起,因为我一直让你失望。
爸爸。对不起,因为我选择暂时离去。
爸爸,我知到你一直牵挂着我。
你总是不放心我一个人在外面生活。
我也知道你一直想保护我。
因为我永远是你的小公主,长不大的小公主。
爸爸,你的牵挂我了解。
但请不要为我操心。
我需要你的祝福,陪我走这条漫长的路。
爸爸,不要忘记要照顾好身体。
因为当我回去时,我最想看到的是你的笑容。
我最想要的是,你用你的双臂抱紧我,并告诉我 “欢迎回来,我的小公主”
Minggu, 30 September 2012
Akhir Cinta di Musim Gugur
Mengingatkanku pada masa indah yang telah berlalu.
Masa dimana bunga-bunga bermekaran dan bermandikan sinar
matahari.
Kehidupanku yang dahulu indah bagai musim semi, kini telah
beralih menjadi musim gugur.
Bunga-bunga cinta yang pernah ada kini berguguran, daun-daun
menguning, batang-batang pohon menggundul seakan tiada lagi tanda kehidupan.
Begitu cepatkah waktu berlalu?
Hanya sebatas itukah cintamu padaku?
Hatimu yang dulu hanya terisi oleh namaku, kini telah tergantikan
oleh yang lain.
Inilah akhir cinta kita
Cinta yang pernah membuatku merasa seperti di surga
Cinta yang tidak pernah terukir indah dalam keabadian
Cinta yang akan selalu kusimpan dalam hati, selamanya.
Kamis, 16 Februari 2012
Kau dan Aku
Malam ini, ditemani cahaya lampu yang temaram, hanya ada kau dan aku.
Ditemani bintang-bintang dan jejak air hujan yang masih tersisa, kita duduk berdua.
Tak bisa kutahan senyuman setiap kali melihat dan memikirkanmu.
Tatapan matamu telah menghidupkan kembali api cinta yang pernah padam dihatiku.
Aku bahkan masih tak bisa percaya, bagaimana bisa perkenalan singkat itu membuka kembali pintu hatiku.
Sejak saat itu, yang kuinginkan hanya dirimu, bersamamu, dan selalu bersamamu.
Berbagi cinta dan cita, memahami arti kata cinta, mengukir kenangan indah, juga saling berdampingan selamanya.
Biarlah hari-hari kebersamaan kita tercipta untuk menggambarkan indahnya cinta kita, selamanya.
Ditemani bintang-bintang dan jejak air hujan yang masih tersisa, kita duduk berdua.
Tak bisa kutahan senyuman setiap kali melihat dan memikirkanmu.
Tatapan matamu telah menghidupkan kembali api cinta yang pernah padam dihatiku.
Aku bahkan masih tak bisa percaya, bagaimana bisa perkenalan singkat itu membuka kembali pintu hatiku.
Sejak saat itu, yang kuinginkan hanya dirimu, bersamamu, dan selalu bersamamu.
Berbagi cinta dan cita, memahami arti kata cinta, mengukir kenangan indah, juga saling berdampingan selamanya.
Biarlah hari-hari kebersamaan kita tercipta untuk menggambarkan indahnya cinta kita, selamanya.
Rabu, 15 Februari 2012
Karunia
Sayang, lihatlah bintang dilangit.
Kedipan cahayanya adalah ungkapan selamat untukku.
Rasinya adalah doa untukku.
Aroma tanah tempat kita berada sekarang adalah kehidupan.
Kehadiranmu disampingku adalah karunia.
Betapa baiknya Tuhan telah memberiku dirimu sebagai pendamping jiwa, penjaga, juga pelindungku.
Sayang, pantaskah aku mendapatkan ini?
Tidakkah kau merasa Tuhan terlalu bermurah hati kepadaku yang penuh dosa ini?
Kedipan cahayanya adalah ungkapan selamat untukku.
Rasinya adalah doa untukku.
Aroma tanah tempat kita berada sekarang adalah kehidupan.
Kehadiranmu disampingku adalah karunia.
Betapa baiknya Tuhan telah memberiku dirimu sebagai pendamping jiwa, penjaga, juga pelindungku.
Sayang, pantaskah aku mendapatkan ini?
Tidakkah kau merasa Tuhan terlalu bermurah hati kepadaku yang penuh dosa ini?
Minggu, 05 Februari 2012
Tidak Tanpamu
Kumohon,
Jangan meninggalkanku
Jangan meninggalkanku seorang diri
Jangan izinkan aku menghadapi senang dan sedih seorang diri
Menanggil,
Berharap kau akan berpaling kepadaku
Berharap kau kembali memanggil mesra namaku
Berharap hati dan jiwamu masih milikku
Dengan tangis aku memohonmu untuk kembali
Dengan jeritan aku berharap bisa memanggilmu kembali
Tapi kau tidak ingin kembali
Karena cintamu telah teralih kepadanya
Kau yang menjadi nafas hidupku telah pergi
Tak ingin lagi menjadi tempatku bersandar dan berbagi
Kepergianmu hanya menyisakan mimpi yang belum sempat menjadi nyata
Dimana aku hanya bisa mengenang dan tak bisa lari darinya.
Rabu, 01 Februari 2012
Tak Bisa Kembali
Berharap menemukan kebebasan, aku melangkah pergi.
Keluar dari perisaiku, maju menuju sesuatu yang baru.
Banyak keraguan menyertai, tapi aku telah memilih.
Tak ada jalan bagiku untuk kembali.
Seiring langkah, aku merasakan keganjilan, merasakan sebuah kesalahan.
Namun tetap berharap perasaanku salah, berharap pilihanku adalah benar.
Yang bisa kulakukan hanya maju, walau mungkin tak ada bahagia di depanku.
Karena tak ada tempat bagiku untuk kembali.
Keluar dari perisaiku, maju menuju sesuatu yang baru.
Banyak keraguan menyertai, tapi aku telah memilih.
Tak ada jalan bagiku untuk kembali.
Seiring langkah, aku merasakan keganjilan, merasakan sebuah kesalahan.
Namun tetap berharap perasaanku salah, berharap pilihanku adalah benar.
Yang bisa kulakukan hanya maju, walau mungkin tak ada bahagia di depanku.
Karena tak ada tempat bagiku untuk kembali.
Haluan
Dalam sepi aku bermimpi, demi menghimpun sedikit harapan.
Dalam doa aku berharap.
Dalam nyata aku berusaha.
Hidup telah menjadikanku terpinggirkan dan hampir terlupakan.
Betapa kenyataan itu terasa menyakitkan.
Tanpa kusadari, hidupku telah berubah haluan, seakan tak menyisakan jalan untuk kembali.
Yang tersisa hanya serpihan rencana dan mimpi yang telah usang dan terlupakan, yang perlahan ingin kurekatkan kembali.
Membentuk sebuah gambaran usang yang menggambarkan indahnya harapanku dimasa lalu.
Kini, sisa-sisa harapan hanya bisa kurajut dalam pahit dan nyatanya lelah dan airmata.
Mencari setitik terang ditengah gelap.
Berharap menemukan haluan yang benar.
Tempat aku bisa menemukan jiwa dan bahagiaku.
Tempat harapanku berlabuh.
Tempat seharusnya aku berada.
Dalam doa aku berharap.
Dalam nyata aku berusaha.
Hidup telah menjadikanku terpinggirkan dan hampir terlupakan.
Betapa kenyataan itu terasa menyakitkan.
Tanpa kusadari, hidupku telah berubah haluan, seakan tak menyisakan jalan untuk kembali.
Yang tersisa hanya serpihan rencana dan mimpi yang telah usang dan terlupakan, yang perlahan ingin kurekatkan kembali.
Membentuk sebuah gambaran usang yang menggambarkan indahnya harapanku dimasa lalu.
Kini, sisa-sisa harapan hanya bisa kurajut dalam pahit dan nyatanya lelah dan airmata.
Mencari setitik terang ditengah gelap.
Berharap menemukan haluan yang benar.
Tempat aku bisa menemukan jiwa dan bahagiaku.
Tempat harapanku berlabuh.
Tempat seharusnya aku berada.
Surat dari Sebuah Penyesalan
Apakah benar diriku hanya seorang kejam tanpa kasih dan cinta?
Begitu burukkah gambaran diriku dihadapanmu?
Tak pernah kusangka pertengkaran dan kesalahpahaman diantara kita menyisakan luka yang begitu dalam bagi dihatimu.
Semua kecewamu terhadapku tak bisa kuhalangi lagi, karena semua memang berawal dariku.
Aku yang terlalu emosional dan berambisi telah membuatmu lelah dan kecewa.
Ketika airmata tak lagi bisa mengembalikanmu kepadaku,
Ketika permintaan maafku tidak bisa lagi menyembuhkan kecewamu terhadapku,
Bacalah sebentar tulisan tak bernilai ini.
Agar dirimu tahu bahwa aku menyesali segalanya,
Bahwa aku pernah berharap menjadi yang terbaik bagimu.
Dan betapa aku pernah dan akan selalu mencintaimu.
Begitu burukkah gambaran diriku dihadapanmu?
Tak pernah kusangka pertengkaran dan kesalahpahaman diantara kita menyisakan luka yang begitu dalam bagi dihatimu.
Semua kecewamu terhadapku tak bisa kuhalangi lagi, karena semua memang berawal dariku.
Aku yang terlalu emosional dan berambisi telah membuatmu lelah dan kecewa.
Ketika airmata tak lagi bisa mengembalikanmu kepadaku,
Ketika permintaan maafku tidak bisa lagi menyembuhkan kecewamu terhadapku,
Bacalah sebentar tulisan tak bernilai ini.
Agar dirimu tahu bahwa aku menyesali segalanya,
Bahwa aku pernah berharap menjadi yang terbaik bagimu.
Dan betapa aku pernah dan akan selalu mencintaimu.
Langganan:
Postingan (Atom)










