Ketika jalur yang dianggap aman pun tidak lagi berjalan semestinya,
Mungkin ini adalah saat yang tepat untuk mengambil jalur baru.
Jalan yang mungkin akan menjadi sulit dan sangat asing untuk dilalui.
Berharaplah sesuatu akan menunggumu disana.
Keajaiban yang bernama kepuasan dan kebahagiaan.
Dirimu pun akan menjadi kuat, lebih dari yang pernah kau bayangkan.
Hal yang tak kan pernah kau dapat jika selalu mengambil jalur aman.
Senin, 20 Juni 2011
For My Boss
Aku tidak punya hati yang cukup peka untuk merasakan.
Juga tak punya otak yang cerdas untuk berfikir sejauh itu.
Yang kutahu, sudah kulakukan segalanya semampuku.
Sudah kulakukan yang terbaik menurutku.
Maaf jika masih banyak kekuranganku.
Maaf jika aku tak seperti yang kau harapkan.
Karena hanya disinilah batas kepintaran dan kesabaranku.
Ketika aku lebih memilih untuk pergi, kutahu tidak akan ada jalan untuk kembali.
Tapi aku harus tetap memilih.
Aku tak mungkin tinggal lebih lama dengan ketidakmampuanku.
Tidak ingin tersiksa lebih lama lagi dengan ketidakmampuanku.
Sorry, My Boss..
Minggu, 19 Juni 2011
mengharapkan hal yang bisa diharapkan
Ketika yang tersisa hanyalah serpihan-serpihan, bagaimana harus kusatukan kembali?!
Tangis dan air mata menjadi pelampiasan.
Kata-kata manis terdengar lirih.
Lagu-lagu indah menjadi tak bernada.
Segalanya pudar, seakan tidak berarti.
Megharapkan hal yang tak bisa diharapkan.
Sejak awal mungkin adalah pilihan yang salah karena berharap masih ada keajaiban.
Keajaiban tak pernah menjadi milikku, seharusnya aku tahu itu.
Yang salah adalah ketidakmampuanku.
Kenaifan menyesatkan telah membawaku menuju gerbang kehancuran.
Ketika ketulusan dan harapan telah dibalas dengan kekejaman, apakah yang masih tersisa dari diriku?
Tangis dan air mata menjadi pelampiasan.
Kata-kata manis terdengar lirih.
Lagu-lagu indah menjadi tak bernada.
Segalanya pudar, seakan tidak berarti.
Megharapkan hal yang tak bisa diharapkan.
Sejak awal mungkin adalah pilihan yang salah karena berharap masih ada keajaiban.
Keajaiban tak pernah menjadi milikku, seharusnya aku tahu itu.
Yang salah adalah ketidakmampuanku.
Kenaifan menyesatkan telah membawaku menuju gerbang kehancuran.
Ketika ketulusan dan harapan telah dibalas dengan kekejaman, apakah yang masih tersisa dari diriku?
Jumat, 17 Juni 2011
Aku memiliki segalanya, itulah yang kutahu sebelum mengenalmu.
Bagaimana mungkin, aku, yang memiliki segala kemewahan yang ditawarkan dunia bisa merasa begitu sempurna hanya dalam dekapanmu?
Entah sejak kapan pelukanmu adalah adalah kemewahan yang tak terhingga bagiku.
Dadamu yang hangat, tanganmu yang kuat, perlahan tapi pasti, telah menjadi segalanya yang kuinginkan.
Aku yang selalu merasa kuat, ternyata begitu kecil dan rapuh dalam dekapanmu.
Aku merasa begitu dilindingi, perasaan yang tak pernah ada sebelumnya.
Ya, pelukan dan perhatian yang kau berikan telah meruntuhkan pertahanan diriku yang tidak lagi ingin mengenal cinta.
Kau memperkenalkanku dengan sebentuk cinta yang asing dimana ketulusan, kesabaran, dan pengertian tinggal didalamnya.
Dirimu adalah kesempurnaan dari segala kekuranganku, kekuatan bagi kelemahanku, kemewahan teristimewa dari rapuhnya kemewahan duniawi.
Karena aku hanya akan merasa utuh dan sempurna hanya saat bersamamu, dalam pelukanmu, dalam cintamu.
Bagaimana mungkin, aku, yang memiliki segala kemewahan yang ditawarkan dunia bisa merasa begitu sempurna hanya dalam dekapanmu?
Entah sejak kapan pelukanmu adalah adalah kemewahan yang tak terhingga bagiku.
Dadamu yang hangat, tanganmu yang kuat, perlahan tapi pasti, telah menjadi segalanya yang kuinginkan.
Aku yang selalu merasa kuat, ternyata begitu kecil dan rapuh dalam dekapanmu.
Aku merasa begitu dilindingi, perasaan yang tak pernah ada sebelumnya.
Ya, pelukan dan perhatian yang kau berikan telah meruntuhkan pertahanan diriku yang tidak lagi ingin mengenal cinta.
Kau memperkenalkanku dengan sebentuk cinta yang asing dimana ketulusan, kesabaran, dan pengertian tinggal didalamnya.
Dirimu adalah kesempurnaan dari segala kekuranganku, kekuatan bagi kelemahanku, kemewahan teristimewa dari rapuhnya kemewahan duniawi.
Karena aku hanya akan merasa utuh dan sempurna hanya saat bersamamu, dalam pelukanmu, dalam cintamu.
Jumat, 03 Juni 2011
Keliru
Ketika pilihan tak selalu tepat,Ketika keyakinan tak selalu benar,
Jujurlah, akan ada penyesalan yang datang karenanya.
Sebuah penyesalan sesaat,
Bahkah penyesalan tiada akhir karena hidupmu yang seharusnya indah telah berubah.
Jika begitu, apa yang harus dipersalahkan?
Pilihan, keyakinan, ataukah ketidaktahuan manusia akan masa depannya?
Langganan:
Postingan (Atom)


