Aku,
hanya bisa memandangimu dan mengagumimu dari kejauhan.
Dirimu selalu bersinar terang, menerangi hidupku.
Kaulah bintangku,
cahaya dalam hidupku,
keajaiban bagiku.
Sepanjang jalan hidupku aku mengagumimu.
Selalu berusaha menggapaimu.
Kuhabiskan hidupku untuk hal itu.
Tapi aku tidak sampai,
dan tidak akan pernah sampai ketempatmu berada.
Kini,
Aku tidak lagi berharap bisa menggapaimu.
Aku tidak lagi berharap banyak seperti dulu.
Aku hanya berharap kau bisa melihatku, memandangku, walau hanya sejenak.
Aku ingin kau tahu bahwa aku pernah ada untukmu.
Apakah aku terlalu egois mengharapkan itu?!
Engkau adalah bintang yang bersinar terang di langit yang indah.
Sedangkan aku hanyalah rumput ilalang.
Jarak kita terlalu jauh.
Sekuat apapun aku menggapai,
aku tidak akan pernah sampai ke tempat sang bintang berada.
Bintangku, engkau mungkin tidak akan pernah melihatku.
Bintangku,
kini aku, si ilalang sudah layu.
Aku akan segera gugur.
Masih tidak dapatkan engkau melihatku dan menemukanku?
Aku hampir kehilangan diriku,
tapi tidak rela untuk kehilangan harapanku untuk terlihat olehmu.
Bintangku,
sebentar lagi kau benar-benar tidak akan pernah menemukanku.
Aku perlahan akan menghilang, hancur bersama tanah.
Aku bukan lagi ilalang yang bisa menari indah diiringi tiupan angin.
Bintangku,
Perlahan diriku dan harapanku tentangmu terkubur.
Diselimuti gelapnya malam, aku hilang tanpa jejak.
Seakan tidak pernah ada di dunia ini.
Walaupun demikian, janganlah bersedih karenaku.
Aku juga tidak pernah menyesal dengan singkatnya hidupku.
Karena dirimulah aku hidup dalam indahnya impian dan harapan.
Terima kasih karena telah menjadi bintangku,
karena telah menjadi terang dalam hidupku.
Karenamulah berkat dirimulah,
aku sekarang berbaring dalam kebahagiaan abadi..

0 komentar:
Posting Komentar