Dia, senyum yang selalu terhias diwajahnya, kini hanyalah hiasan palsu tak berarti.
Dia, selalu berkata bahwa aku bisa mengandalkannya, ternyata hanya sebuah kebohongan.
Dia, memberiku setidaknya sedikit harapan untuk bertahan, telah membunuh hatiku.
Dia, temanku.
Kuceritakan segala hal kepadanya.
Kuberitahu gudahku kepadanya.
Kuberikan senyum terbaikku kepadanya.
Kuberusaha untuk selalu ada untuknya.
Tapi mungkin itu tidaklah cukup baginya.
Aku hanyalah seorang figuran yang tidak penting dalam hidupnya.
Kini, temanku bukanlah temanku lagi.
Aku telah memilih untuk pergi dari dirinya.
Dia, biarlah menjadi bekas luka yang tak bisa kuhapus dari hatiku yang kecil ini.
Rabu, 19 Januari 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


0 komentar:
Posting Komentar