Ketika yang tersisa hanyalah serpihan-serpihan, bagaimana harus kusatukan kembali?!
Tangis dan air mata menjadi pelampiasan.
Kata-kata manis terdengar lirih.
Lagu-lagu indah menjadi tak bernada.
Segalanya pudar, seakan tidak berarti.
Megharapkan hal yang tak bisa diharapkan.
Sejak awal mungkin adalah pilihan yang salah karena berharap masih ada keajaiban.
Keajaiban tak pernah menjadi milikku, seharusnya aku tahu itu.
Yang salah adalah ketidakmampuanku.
Kenaifan menyesatkan telah membawaku menuju gerbang kehancuran.
Ketika ketulusan dan harapan telah dibalas dengan kekejaman, apakah yang masih tersisa dari diriku?
Minggu, 19 Juni 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar