Saat menulis ini, entah berapa banyak air mata yang telah mengalir.
Aku begitu takut akan kehilangan hartaku yang paling berharga.
Impianku kian pudar dan menjauh.
Suaraku tak lagi bisa menyanyikan lagu-lagu yang indah.
Aku tak bisa lagi bernyanyi.
Belum sempat aku menapaki panggung nan indah dan megah.
Tapi kenyataan telah menuntutku untuk berhenti bermimpi.
Aku kehilangan arah hidupku, musik yang mengisi jiwaku.
Tidak ada lagi suaraku.
Sedikit demi sedikit aku kumpulkan serpihan-serpihan impian.
Berharap masih ada jalan untuk kembali.
Tidak peduli betapa panjang dan sulitnya jalan.
Aku ingin bersinar bersama dengan musikku, jiwa dan impianku.
Selasa, 12 Juli 2011
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar